Perkembangan tulang
manusia dimulai sejak masih dalam kandungan. Coba perhatikan tulang
kepala bayi yang baru lahir. Bandingkan dengan tulang kepala Anda.
Keadaan tulang pada bayi ini akan sangat menguntungkan karena memudahkan
proses melahirkannya. Bayangkan, jika bayi memiliki tulang yang keras,
pasti akan sangat menyulitkan dan menyakitkan dalam proses
melahirkannya. Setelah lahir, tulang bayi akan mengalami proses
osifikasi, yaitu proses pengerasan tulang, seperti terlihat pada gambar
berikut.
Perkembangan Tulang Manusia
Proses osifikasi terjadi dalam beberapa
tahap: (a) kartilago, (b) ban periosteum terbentuk, (c) perkembangan
pusat osifikasi primer, (d) masuknya pembuluh darah, (e) rongga sumsum
tulang terbentuk, (f) penipisan dan pemanjangan ban, (g) pembentukan
pusat osifikasi sekunder, (h) sisa kartilago sebagai lempeng epifisis,
(i) pembentukan batas epifisis.
Berdasarkan kenyataan itu, dapat
diketahui bahwa ternyata kita dilahirkan sudah dalam keadaan bertulang
lengkap. Pernahkah Anda membayangkan bagaimana tulang kita dapat
terbentuk? Sejak kapan pembentukan tulang terjadi pada tubuh kita?
Pada rangka manusia, rangka yang pertama
kali terbentuk adalah tulang rawan (kartilago) yang berasal dari
jaringan mesenkim. Tulang rawan ini sebenarnya terbentuk sejak masih
dalam bentuk janin di dalam rahim seorang ibu, kurang lebih bulan ketiga
dari proses kehamilan. Kemudian akan terbentuk osteoblas atau sel-sel
pembentuk tulang. Osteoblas ini akan mengisi rongga-rongga tulang rawan.
Sel-sel tulang dibentuk terutama dari
arah dalam ke luar (pembentukan secara konsentris). Setiap satuan-satuan
sel-sel tulang ini melingkari suatu pembuluh darah dan saraf membentuk
suatu saluran yang disebut saluran Havers.
Pada setiap kelompok lapisan terdapat
sel tulang yang berada pada tempat yang disebut lakuna. Pada saluran
Harvers terdapat pembuluh darah yang berhubungan dengan pembuluh darah
pada periosteum (selaput yang menyelimuti bagian luar tulang), yang
bertugas memberikan zat makanan ke bagian-bagian tulang. Sekeliling
sel-sel tulang ini terbentuk senyawa protein yang akan menjadi matriks
tulang. Kelak ke dalam senyawa protein ini terdapat pula zat kapur dan
fosfor, sehingga matriks tulang akan mengeras. Makin keras suatu tulang,
makin berkurang pula zat perekatnya. Bahkan, pada tulang pipa yang
keras sel-sel tulangnya telah mati sehingga hanya tampak lakuna saja.
Tulang yang menyusun rangka manusia
berjumlah kurang lebih 206 buah. Di sisi lain terdapat sel osteoklas
yang berfungsi mengukir tulang dan mengubah bentuk sesuai dengan tingkat
pertumbuhannya. Dapat diibaratkan bahwa sel osteoblas dan osteoklas
bertugas untuk membongkar pasang tulang karena setiap saat sel-sel
tulang ada yang mengalami kerusakan.
Pada kasus patah tulang, bagian tersebut
harus secepatnya dikembalikan pada susunan semula. Apabila kasusnya
parah, kadang-kadang ditambahkan pen untuk menyam-bung. Sel-sel tulang
yang rusak akan dimakan oleh osteoklas dan terjadilah proses perbaikan
tulang. Lama waktu pemulihan tulang tergantung pada umur seseorang.
Proses pemulihan tulang pada anak-anak berlangsung lebih cepat
dibandingkan orang tua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar