^_^(JANGAN LUPA FOLLOW IG: yogiseptian_11)*_* Biologi: Mekasnisme kerja dan kelainan pada otot

Rabu, 23 November 2016

Mekasnisme kerja dan kelainan pada otot

Mekanisme kerja otot pada tubuh manusia secara kasat mata bekerja dengan cara membesar/mengeras dan mengendur/mengecil. Jika seseorang sering mengadakan latihan otot, misalnya senam, lari, atau olahraga lainnya, maka ototnya akan sering berkontraksi, akibatnya otot menjadi besar dan keras. Sebaliknya, jika otot jarang digunakan untuk melakukan latihan fisik, maka otot akan kendur dan mengecil. Otot seperti ini disebut atropi.

Mekanisme Kerja Otot

Otot bekerja dengan cara berkontraksi dan relaksasi. Energi untuk berkontraksi diperoleh dari ATP dan kreatin fosfat, tetapi serabut otot hanya mengandung cukup ATP untuk menggerakkan beberapa kekejangan. Sumber tenaga apakah yang dapat menjadi andalan agar ATP terus tersedia? Sumber yang paling baik ialah respirasi molekul-molekul nutrien seluler yang dibawa
oleh darah ke serabut.
Pada saat berkontraksi, ATP dan kreatin fosfat akan terurai. ATP akan terurai menjadi ADP (Adenosin difosfat dan energi, ADP akan terurai menjadi AMP (Adenosin Monofosfat) dan energi. Kreatin fosfat akan terurai menjadi kreatin dan fosfat. Fosfat yang dihasilkan kemudian akan bergabung dengan ADP menjadi ATP dan akan mengalami peruraian seperti tersebut tadi.
Mekanisme Kerja Otot Kelas 11 SMA
Rangsangan yang datang dari luar akan ditangkap pertama kali oleh sel-sel saraf. Dari sel-sel saraf, rangsangan ini akan diteruskan ke sel-sel otot. Di dalam otot akan diteruskan pada suatu neurohormon yang sangat peka terhadap rangsang yang disebut asetilkolin, sehingga asetilkolin ini akan terangsang. Akibat dari rangsangan ini, asetilkolin akan terurai, akibatnya akan terbentuk miogen. Selanjutnya, miogen ini akan merangsang pembentukan1aktomiosin. Rangsangan miogen terhadap aktomiosin akan menyebabkan terjadinya kontraksi miofibril.

Memahami tentang kerja kontraksi otot pada katak

    Rangkaian percobaan konstransi otot
  1. Tusukkan bagian pangkal bawah caput bagian dorsal kotak dengan jarum pentul sehingga otaknya rusak, dan kehilangan kesadaran.
  2. Ambillah otot betis pada bagian tendon dan origo, kemudian masukkan pada larutan ringer.
  3. Susunlah rangkaian sebagai tempat percobaan. Ambillah otot betis katak yang sudah dimasukkan dalam larutan ringer pada perlakuan di atas, kemudian bentangkan dengan menggunakan benang di kedua ujungnya. Setelah itu, pasang/ikatkan masingmasing ujungnya pada kedua klem statif. Setelah itu, kedua ujung otot betis tersebut masing-masing dihubungkan dengan kabel yang dialiri arus. Gunakan baterai sebagai sumber arusnya. Perlakuan pemberian arus dengan interval masing-masing:
    1. 1 menit 3 kali
    2. 15 detik 3 kali
    3. 5 detik 3 kali
  4. Dari perlakuan interval di atas, perhatikanlah pada interval mana otot betis ada reaksi dan pada interval mana tidak ada reaksi.
  5. Dari percobaan pada kegiatan ini Anda dapat menyimpulkan akibat yang terjadi apabila otot diberi rangsangan, kemudian tidak diberi rangsangan dan keadaan yang terjadi bila otot diberi rangsangan secara terus-menerus.

Semoga materi tentang mekanisme kerja otot diatas dapat mudah dipahami.

Kelainan pada otot dapat terjadi pada siapa saja. Otot pun dapat mengalami kelainan. Beberapa kelainan yang terjadi pada otot adalah sebagai berikut.
Kelainan Pada Otot Kelas 11 SMA

Kelainan Pada Otot

No Jenis Kelainan Otot Keterangan
1 Tetanus Kondisi otot yang mengalami kejang terus
menerus. Penyebab penyakit ini karena infeksi
bakteri Clostridium tetani. Ketika terjadi luka,
bakteri ini bisa masuk melewati luka yang
terbuka tersebut.
2 Kram Otot berada dalam keadaan kejang. Keadaan
ini antara lain disebabkan karena terlalu
lamanya aktivitas otot secara terus menerus.
3 Hipertropi otot Suatu keadaan otot yang lebih besar dan
lebih kuat. Hal ini disebabkan karena otot
sering dilatih bekerja dan berolahraga.
Hipertrofi otot ini sering dimiliki oleh atlet
binaragawan. Coba perhatikan otot yang
dimiliki atlet binaragawan!
4 Atrofi otot Keadaan otot yang lebih kecil dan lemah
kontraksinya. Kelainan ini disebabkan
karena infeksi virus polio. Pemulihannya
dengan pemberian latihan otot, pemberian
stimulant listrik, atau dipijat dengan teknik
tertentu.
5 Stiff (kaku leher) Keadaan meradangnya otot trapesius. Hal
ini disebabkan karena gerak hentakan
secara tiba-tiba sehingga otot menjadi
tertarik secara tiba-tiba. Selain itu, stress
yang berat akan membuat kejang otot leher
dan punggung. Rasa sakit itu akan hilang
jika stress sudah hilang.
6 Hernia abdominal Kondisi usus melorot ke bawah, disebabkan
oleh sobeknya dinding otot perut.
7 Fibriosis Pembentukan jaringan ikat fibrosa. Sel-sel
otot skelet ataupun alat jantung yang mati
karena suatu sebab akan diganti oleh
jaringan ikat karena sel-sel otot ini tidak
mampu beregenerasi, sehingga otot-otot ini
akan melemah.
8 Distrofi otot Distrofi otot merupakan penyakit kronis
pada otot sejak anak-anak, diperkirakan
merupakan penyakit genetis (bawaan).

Tindakan Untuk Mencegah Terjadinya Kelainan Pada Otot

Usaha-usaha tersebut antara lain:
  1. latihan otot dapat membuat otot menjadi kuat, sehingga dapat terhindar dari atrofi otot;
  2. melakukan olahraga secara teratur;
  3. aktivitas yang banyak menyebabkan otot lelah sehingga dapat mengakibatkan kram otot, untuk itu kita dapat mengatur aktivitas supaya tidak terjadi gangguan otot;
  4. hindarilah stres berat dengan pola hidup yang benar.
Uraian tersebut merupakan kelainan yang terjadi pada otot. Dengan penjelasan tersebut, kita dapat memberikan usaha preventif untuk menjaga kesehatan otot dan mengantisipasi jika terjadi kelainan pada otot.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar