Mekanisme kerja otot
pada tubuh manusia secara kasat mata bekerja dengan cara
membesar/mengeras dan mengendur/mengecil. Jika seseorang sering
mengadakan latihan otot, misalnya senam, lari, atau olahraga lainnya,
maka ototnya akan sering berkontraksi, akibatnya otot menjadi besar dan
keras. Sebaliknya, jika otot jarang digunakan untuk melakukan latihan
fisik, maka otot akan kendur dan mengecil. Otot seperti ini disebut
atropi.
Mekanisme Kerja Otot
Otot bekerja dengan cara berkontraksi
dan relaksasi. Energi untuk berkontraksi diperoleh dari ATP dan kreatin
fosfat, tetapi serabut otot hanya mengandung cukup ATP untuk
menggerakkan beberapa kekejangan. Sumber tenaga apakah yang dapat
menjadi andalan agar ATP terus tersedia? Sumber yang paling baik ialah
respirasi molekul-molekul nutrien seluler yang dibawa
oleh darah ke serabut.
oleh darah ke serabut.
Pada saat berkontraksi, ATP dan kreatin
fosfat akan terurai. ATP akan terurai menjadi ADP (Adenosin difosfat dan
energi, ADP akan terurai menjadi AMP (Adenosin Monofosfat) dan energi.
Kreatin fosfat akan terurai menjadi kreatin dan fosfat. Fosfat yang
dihasilkan kemudian akan bergabung dengan ADP menjadi ATP dan akan
mengalami peruraian seperti tersebut tadi.
Rangsangan yang datang dari luar akan
ditangkap pertama kali oleh sel-sel saraf. Dari sel-sel saraf,
rangsangan ini akan diteruskan ke sel-sel otot. Di dalam otot akan
diteruskan pada suatu neurohormon yang sangat peka terhadap rangsang
yang disebut asetilkolin, sehingga asetilkolin ini akan terangsang.
Akibat dari rangsangan ini, asetilkolin akan terurai, akibatnya akan
terbentuk miogen. Selanjutnya, miogen ini akan merangsang
pembentukan1aktomiosin. Rangsangan miogen terhadap aktomiosin akan
menyebabkan terjadinya kontraksi miofibril.
Memahami tentang kerja kontraksi otot pada katak
- Tusukkan bagian pangkal bawah caput bagian dorsal kotak dengan jarum pentul sehingga otaknya rusak, dan kehilangan kesadaran.
- Ambillah otot betis pada bagian tendon dan origo, kemudian masukkan pada larutan ringer.
- Susunlah rangkaian sebagai tempat
percobaan. Ambillah otot betis katak yang sudah dimasukkan dalam larutan
ringer pada perlakuan di atas, kemudian bentangkan dengan menggunakan
benang di kedua ujungnya. Setelah itu, pasang/ikatkan masingmasing
ujungnya pada kedua klem statif. Setelah itu, kedua ujung otot betis
tersebut masing-masing dihubungkan dengan kabel yang dialiri arus.
Gunakan baterai sebagai sumber arusnya. Perlakuan pemberian arus dengan
interval masing-masing:
- 1 menit 3 kali
- 15 detik 3 kali
- 5 detik 3 kali
- Dari perlakuan interval di atas, perhatikanlah pada interval mana otot betis ada reaksi dan pada interval mana tidak ada reaksi.
- Dari percobaan pada kegiatan ini Anda dapat menyimpulkan akibat yang terjadi apabila otot diberi rangsangan, kemudian tidak diberi rangsangan dan keadaan yang terjadi bila otot diberi rangsangan secara terus-menerus.
Semoga materi tentang mekanisme kerja otot diatas dapat mudah dipahami.
Kelainan pada otot
dapat terjadi pada siapa saja. Otot pun dapat mengalami kelainan.
Beberapa kelainan yang terjadi pada otot adalah sebagai berikut.
Kelainan Pada Otot
| No | Jenis Kelainan Otot | Keterangan |
| 1 | Tetanus | Kondisi otot yang mengalami kejang terus menerus. Penyebab penyakit ini karena infeksi bakteri Clostridium tetani. Ketika terjadi luka, bakteri ini bisa masuk melewati luka yang terbuka tersebut. |
| 2 | Kram | Otot berada dalam keadaan kejang. Keadaan ini antara lain disebabkan karena terlalu lamanya aktivitas otot secara terus menerus. |
| 3 | Hipertropi otot | Suatu keadaan otot yang lebih besar dan lebih kuat. Hal ini disebabkan karena otot sering dilatih bekerja dan berolahraga. Hipertrofi otot ini sering dimiliki oleh atlet binaragawan. Coba perhatikan otot yang dimiliki atlet binaragawan! |
| 4 | Atrofi otot | Keadaan otot yang lebih kecil dan lemah kontraksinya. Kelainan ini disebabkan karena infeksi virus polio. Pemulihannya dengan pemberian latihan otot, pemberian stimulant listrik, atau dipijat dengan teknik tertentu. |
| 5 | Stiff (kaku leher) | Keadaan meradangnya otot trapesius. Hal ini disebabkan karena gerak hentakan secara tiba-tiba sehingga otot menjadi tertarik secara tiba-tiba. Selain itu, stress yang berat akan membuat kejang otot leher dan punggung. Rasa sakit itu akan hilang jika stress sudah hilang. |
| 6 | Hernia abdominal | Kondisi usus melorot ke bawah, disebabkan oleh sobeknya dinding otot perut. |
| 7 | Fibriosis | Pembentukan jaringan ikat fibrosa. Sel-sel otot skelet ataupun alat jantung yang mati karena suatu sebab akan diganti oleh jaringan ikat karena sel-sel otot ini tidak mampu beregenerasi, sehingga otot-otot ini akan melemah. |
| 8 | Distrofi otot | Distrofi otot merupakan penyakit kronis pada otot sejak anak-anak, diperkirakan merupakan penyakit genetis (bawaan). |
Tindakan Untuk Mencegah Terjadinya Kelainan Pada Otot
Usaha-usaha tersebut antara lain:
- latihan otot dapat membuat otot menjadi kuat, sehingga dapat terhindar dari atrofi otot;
- melakukan olahraga secara teratur;
- aktivitas yang banyak menyebabkan otot lelah sehingga dapat mengakibatkan kram otot, untuk itu kita dapat mengatur aktivitas supaya tidak terjadi gangguan otot;
- hindarilah stres berat dengan pola hidup yang benar.
Uraian tersebut merupakan kelainan yang
terjadi pada otot. Dengan penjelasan tersebut, kita dapat memberikan
usaha preventif untuk menjaga kesehatan otot dan mengantisipasi jika
terjadi kelainan pada otot.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar