^_^(JANGAN LUPA FOLLOW IG: yogiseptian_11)*_* Biologi: November 2016

Rabu, 23 November 2016

Bab 3 letak dan fungsi rangka

Letak dan fungsi rangka memiliki hubungan yang erat dalam sistem gerak tubuh kita. Manusia dapat melakukan segala macam aktivitas bergerak itu karena dia memiliki sistem organ gerak. Organ gerak manusia ada dua macam, yaitu otot dan rangka. Adapun tulang-tulang akan membentuk suatu kesatuan yang disebut rangka. Coba perhatikan, letak otot dan rangka yang berdampingan dan melekat sangat erat.
Letak Dan Fungsi Rangka Kelas 11 SMA
Kita bisa bergerak, berjalan, dan melakukan berbagai aktivitas karena ada bagian tubuh yang mengadakan kontraksi dan relaksasi. Bagian tersebut adalah rangka dan otot.
Gerakan kita sebenarnya merupakan hasil kerja sama dari rangka dan otot. Otot adalah bagian tubuh yang mampu berkontraksi, sedangkan rangka tidak mempunyai kemampuan seperti itu. Jika otot berkontraksi, secara otomatis rangka juga ikut bergerak karena otot terletak melekat erat dengan rangka. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa otot adalah alat gerak aktif, sedangkan rangka merupakan alat gerak pasif. Mengapa rangka dapat dikatakan sebagai alat gerak pasif? Hal ini disebabkan pergerakan rangka sebenarnya disebabkan adanya kontraksi otot.

Letak Dan Fungsi Rangka

Berdasarkan letak susunannya, rangka dapat dibedakan menjadi dua.
  1. Rangka endoskeleton, yaitu rangka yang terletak di dalam tubuh
  2. Rangka eksoskeleton, rangka ini terletak di luar tubuh.
Rangka endoskeleton terdapat pada hewan vertebrata, sedangkan rangka eksoskeleton terdapat pada hewan invertebrata. Coba Anda berikan contohnya!
Apakah fungsi rangka bagi tubuh? Secara umum, fungsi rangka adalah sebagai berikut.

1. Sebagai Alat Gerak Pasif

Rangka bisa bergerak apabila ada kontraksi otot sehingga dikatakan bahwa gerak rangka tergantung otot.

2. Tempat Melekatnya Otot Rangka

Letak otot melekat pada rangka. Otot dan rangka letaknya berdampingan dan melekat erat.

3. Memberi Bentuk Tubuh

Konstruksi tulang pada tubuh kita yang sedemikian rupa dapat memberi bentuk tubuh. Perhatikan bentuk tubuh Anda dari kepala, badan, lengan, dan kaki, yang mempunyai bentuk berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena kerangka yang berbeda-beda pula.

4. Memberi Kekuatan dan Menunjang Tegaknya Tubuh

Jika kita ukur, berat tulang yang sebenarnya pada orang dewasa ± 5-9 kg. Jika dibandingkan dengan berat tubuh kita, masih ringan bukan? Tetapi, meskipun demikian ternyata tulang kita memiliki kekuatan luar biasa. Buktinya, ia dapat menopang berat badan tubuh kita yang lebih berat. Coba perhatikan seorang pekerja keras, seperti kuli bangunan yang sering mengangkat beban berat, hal ini menunjukkan kekuatan yang luar biasa pada tulang kita. Tulang yang kuat terutama adalah tulang yang berbentuk pipa, yaitu yang terletak di lengan dan pangkal kaki.

5. Melindungi Organ Tubuh yang Lemah

Tulang yang mempunyai fungsi ini terutama yang menyusun tulang dada, tulang rusuk, dan tulang belakang. Dengan adanya tulang-tulang tersebut, organ tubuh yang vital seperti jantung dan paru-paru dapat terlindungi.

6. Tempat Pembentukan Sel Darah

Sel darah dibentuk di dalam sumsum tulang. Sumsum tulang ini terletak di rongga-rongga bagian dalam tulang.

Semoga uraian singkat tentang letak dan fungsi rangka dapat dipahami dan selamat belajar.

Macam macam tulang dan strukturnya

Macam-macam tulang dan stukturnya dalam tubuh manusia dapat dibedakan berdasarkan beberapa hal yaitu, jenis tulang, matriks tulang dan bentuk tulang. Untuk penjelasan lebih dalam dari macam-macam tulang dan stukturnya tersebut adalah sebagai berikut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhw0GCQ8snzUa4wV9xsVkf4Uylo8B-Ayj9iHtS-p_f6-QL_0p1lH5CPfrO_1Ms4o0wwie_WxWRF-Wl4Eli3IPEGfWikvi5ZozUDQFOJFZ3QXKJRHebv3ksAJHHQ-NM8JarUlR81-BNVS2JC/?imgmax=800

Macam-Macam Tulang Dan Stukturnya

Tulang-tulang penyusun tubuh dibedakan berdasarkan hal-hal berikut.

1. Jenis Tulang

a. Tulang Rawan (Kartilago)

Jika Anda meraba permukaan hidung dan telinga, maka Anda akan merasakan permukaan yang lentur. Itulah contoh tulang rawan. Tulang rawan dapat ditemukan pada embrio, anak-anak, dan orang dewasa. Tulang rawan pada embrio dan anak-anak berasal dari sel-sel mesenkim. Pada embrio, bagian dalam tulang rawan berongga dan berisi sel-sel pembentuk tulang yang disebut osteoblas.
Tulang rawan pada anak-anak lebih banyak mengandung sel-sel tulang rawan daripada matriksnya. Kondisi ini berkebalikan dengan tulang rawan pada orang dewasa yang justru lebih banyak mengandung matriks. Tulang rawan pada orang dewasa terbentuk dari selaput rawan yang disebut perikondrium, yang banyak mengandung matriks.
Tulang rawan pada orang dewasa terbentuk dari selaput rawan yang disebut perikondrium, yang banyak mengandung sel-sel pembentuk tulang rawan yang disebut kondrioblas. Tulang rawan ini dapat dijumpai pada bagian tubuh, di antaranya pada ujung tulang persendian, taju pedang, cincing batang tenggorok, daun telinga, antara tulang rusuk, antara ruas tulang belakang, dan lain-lain.

b. Tulang Sejati (Osteon)

Macam-Macam Tulang dan Stukturnya Kelas 11 SMAUntuk mengetahui tulang sejati, coba peganglah pergelangan tangan Anda, kemudian tekanlah! Anda akan menemukan sebuah tulang yang keras. Itulah salah satu contoh tulang sejati. Tulang sejati bersifat keras dan matriksnya banyak mengandung kalsium dan fosfat. Matriks tulang juga banyak mengandung zat perekat. Di dalamnya terdapat jaringan-jaringan seperti sarang lebah yang sangat keras dan kuat, pada bagian tengah tulang terdapat sumsum tulang yang bertugas membuat sel darah merah dan sel darah putih.
Struktur tulang dapat Anda lihat pada gambar diatas. Setiap satuan sel tulang disebut dengan sistem Havers. Sistem Havers ini melingkari pembuluh darah dan saraf.

2. Matriks Tulang

Berdasarkan matriks penyusunnya, tulang dibedakan menjadi dua, yaitu tulang kompak dan tulang spons.

a. Tulang Kompak

Jaringan tulang kompakTulang kompak memiliki matriks yang padat dan rapat, misalnya terdapat pada tulang pipa. Struktur tulang kompak dapat dilihat pada gambar tersebut.

b. Tulang Spons

Jaringan tulang sponsTulang spons memiliki matriks yang berongga. Misalnya, terdapat pada tulang pipih dan pendek. Perhatikan struktur tulang spon pada pada gambar tersebut.

3. Bentuk Tulang

Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi tiga, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.

a. Tulang Pipa

Tulang pipa berbentuk bulat panjang. Tulang pipa dijumpai pada anggota gerak. Setiap tulang pipa terdiri atas bagian batang dan dua bagian ujung. Tulang pipa bekerja sebagai alat ungkit dari tubuh dan memungkinkan adanya pergerakan. Di bagian tengah terdapat rongga besar yang berisi sumsum kuning dan banyak mengandung zat lemak. Contoh tulang pipa adalah tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang telapak tangan, dan tulang betis.Tulang pipa
Bagian-bagian dari tulang pipa, antara lain sebagai berikut.
  1. Epifisis, yaitu kedua ujung tulang.
  2. Diafisis, yaitu bagian tengah tulang
  3. Cakraepifisis, yaitu  sambungan epifisis dan diafisis.
  4. Tulang rawan daerah sendi.
  5. Kanalis medularis, yaitu rongga memanjang di dalam diafisis yang diisi oleh sumsum tulang kuning.
  6. Periosteum, yaitu selaput yang menyelimuti bagian luar tulang. Periosteum mengandung osteoblas (sel pembentuk jaringan tulang), jaringan ikat, dan pembuluh darah. Periosteum merupakan tempat melekatnya otototot skeleton ke tulang dan berperan dalam nutrisi, pertumbuhan dan reparasi tulang rusuk.
Agar pemahaman Anda tentang struktur dan bentuk tulang pipa lebih jelas, perhatikan gambar diatas.

b. Tulang Pipih

Tulang tengkorakTulang pipih berbentuk pipih dan lebar. Tulang pipih terdiri atas dua lapisan jaringan tulang keras dan di tengahnya berupa lapisan tulang seperti bunga karang (spons) yang di dalamnya berisi sumsum
merah  sebagai tempat pemben-tukan selsel darah. Tulang-tulang pipih berperan dalam melindungi organ tubuh. Tulang pipih terdapat pada tulang tengkorak, belikat, rusuk, dan tulang wajah. Perhatikan contoh bentuk tulang pipih  pada gambar berikut.

c. Tulang Pendek

Tulang pendek berbentuk bulat dan berukuran pendek, tidak beraturan, misalnya terdapat pada tulang pergelangan tangan, pergelangan kaki, telapak tangan, dan telapak kaki. Tulang pendek diselubungi jaringan padat tipis. Tulang pendek sebagian besar terbuat dari jaringan tulang jarang karena diperlukan sifat yang ringan dan kuat. Karena kuatnya, maka tulang pendek mampu mendukung bagian tubuh seperti terdapat pada tulang pergelangan tangan. Agar Anda lebih jelas memahami bentuk tulang pendek, perhatikan gambar berikut.
Tulang tangan dan kaki 
Tulang tangan dan kaki

Sistem rangka manusia

Sistem Rangka Pada Manusia

Sistem rangka adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang angota badan atas dan bawah.
Tulang-tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Kemudian sistem rangka ini bersama-sama menyusun kerangka tubuh. Sistem rangka membentuk dasar dari tubuh manusia. Semua organ-organ, daging, darah, otot, cair dan udara semua terkandung dalam tubuh dan memiliki kestabilan dan kekuatan tertentu karena tulang. The 206 tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Tulang-tulang ini didukung oleh sumsum tulang, yang dihasilkan oleh bentuk energi paling murni di dalam tubuh.
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.
Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya.
Secara garis besar, rangka (skeleton) manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial (tumbu tubuh) dan rangka apendikuler (anggota tubuh).
A. Rangka Aksial
Rangka aksral terdiri dari tulang belakang (vertebra), tulang tengkorak, dan tulang rusuk.
1) Tengkorak
Tengkorak berfungsi melindungi otak. Hubungan tulang yang terdapat pada tempurung kepala bersifat suture, yaitu tidak dapat digerakkan.
2) Tulang Belakang
Pada tulang belakang terjadi pelengkungan – pelengkungan yang berfungsi untuk menyangga berat dan memungkinkan manusia melakukan berbagai jenis posisi dan gerakar misalnya berdiri, duduk, atau berlari.
3) Hioid
Hioid merupakan tulang yang berbentuk huruf U, terdapat di antara laring dan mandibula.
Hioid berfungsi sebagai tempat pelekatan beberapa otot mulut dan lidah.
4) Tulang dada dan tulang rusuk
Tulang dada dan tulang rusuk bersamaan membentuk perisai pelindung bagi organ – organ penting yang terdapat di dada, yaitu paru – paru dan jantung. Tulang rusuk juga berhubungan dengan tulang belakang.
B. Rangka Apendikuler
Rangka apendikuler terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan, tulang-tulang lengan, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum rangka apendikuler menyusun alat gerak, yaitu tangan dan kaki yang dibedakan atas rangka bagian atas dan rangka bagian bawah.
Tulang rangka apendikuler bagian atas terdiri atas beberapa tulang sebagai berikut:
1) Tulang Selangka
Tulang selangka atau tulang leher membentuk bagian depan bahu.
2) Tulang Belikat
Tulang belikat terdapat di atas sendi bahu dan merupakan bagian pembentuk bahu.
3) Tulang Pangkal Lengan, Pengumpil, Hasta
Tulang pangkal lengan bersama dengan tulang pengumpil dan tulang hasta menyusun alat gerak, yaitu tangan.
4) Tangan
Tulang tangan tersusun atas tulang-tulang pergelangan tangan, telapak tangan, dan jari tangan. Tangan disusun oleh karpal skafoid, lunate, triquetrum, pisiform, trapesium, trapesoid, kapitatum, hamate. Telapak tangan (metakarpal) terdiri dari bagian dasar, batang, dan kepala. Jari tangan terdiri dari tiga ruas, kecuali ibu jari yang mempunyai dua ruas.
5) Kaki
Tulang apendikuler bagian bawah terdiri atas beberapa tulang yang menyusun kaki (alat gerak bagian bawah).
Kaki terdiri atas tulang kaki dan telapak kaki. Tulang kaki disusun oleh tulang paha , tempurung lutut, tulang kering dan tulang betis. Pergelangan kaki disusun oleh tulang tumit, kalkaneus, talus, kuboid, navikular, kuneiformis, dan jari – jari.
Kerangka tubuh manusia
Kerangka manusia tersusun dari tulang-tulang, baik tulang yang panjang maupun tulang pendek. Lalu, apa fungsi kerangka bagi manusia ? Fungsinya diantaranya adalah :
* Untuk memberikan bentuk keseluruhan bagi tubuh
* Menjaga agar organ tubuh tetap berada di tempatnya
* Melindungi organ-organ tubuh seperti otak, jantung, dan paru-paru
* Untuk bergerak ketika dikehendaki otot
* Menghasilkan sel darah di dalam sumsum tulang.
Jenis-jenis tulang
Tulang dikelompokkan menurut bentuknya menjadi :
* Tulang pipa
Contohnya tulang paha
* Tulang pendek
Contohnya tulang pergelangan
* Tulang pipih
Contohnya tulang bahu
* Tulang tak beraturan
Contohnya tulang rahang
Susunan tulang pipa
1. Epiphysis (kepala)
2. Metaphysis (batang)
3. Periosteum: lapisan tipis
4. Tulang yang keras dan pekat
5. Bagian yang lembut seperti spon
6. Rongga sumsum
7. Cartilage (tulang rawan)
Nama-nama tulang pada tubuh
1. Cranium (tengkorak)
2. Mandibula (tulang rahang)
3. Clavicula (tulang selangka)
4. Scapula (tulang belikat)
5. Sternum (tulang dada)
6. Rib (tulang rusuk)
7. Humerus (tulang pangkal lengan)
8. Vertebra (tulang punggung)
9. Radius (tulang lengan)
10. Ulna (tulang hasta)
11. Carpal (tulang pergelangan tangan)
12. Metacarpal (tulang telapak tangan)
13. Phalanges (ruas jari tangan dan jari kaki)
14. Pelvis (tulang panggul)
15. Femur (tulang paha)
16. Patella (tulang lutut)
17. Tibia (tulang kering)
18. Fibula (tulang betis)
19. Tarsal (tulang pergelangan kaki)
20. Metatarsal (tulang telapak kaki)

perkembangan tulang

Perkembangan tulang manusia dimulai sejak masih dalam kandungan. Coba perhatikan tulang kepala bayi yang baru lahir. Bandingkan dengan tulang kepala Anda. Keadaan tulang pada bayi ini akan sangat menguntungkan karena memudahkan proses melahirkannya. Bayangkan, jika bayi memiliki tulang yang keras, pasti akan sangat menyulitkan dan menyakitkan dalam proses melahirkannya. Setelah lahir, tulang bayi akan mengalami proses osifikasi, yaitu proses pengerasan tulang, seperti terlihat pada gambar berikut.
Perkembangan Tulang Kelas 11 SMAOsifikasi

Perkembangan Tulang Manusia

Proses osifikasi terjadi dalam beberapa tahap: (a) kartilago, (b) ban periosteum terbentuk, (c) perkembangan pusat osifikasi primer, (d) masuknya pembuluh darah, (e) rongga sumsum tulang terbentuk, (f) penipisan dan pemanjangan ban, (g) pembentukan pusat osifikasi sekunder, (h) sisa kartilago sebagai lempeng epifisis, (i) pembentukan batas epifisis.
Berdasarkan kenyataan itu, dapat diketahui bahwa ternyata kita dilahirkan sudah dalam keadaan bertulang lengkap. Pernahkah Anda membayangkan bagaimana tulang kita dapat terbentuk? Sejak kapan pembentukan tulang terjadi pada tubuh kita?
Pada rangka manusia, rangka yang pertama kali terbentuk adalah tulang rawan (kartilago) yang berasal dari jaringan mesenkim. Tulang rawan ini sebenarnya terbentuk sejak masih dalam bentuk janin di dalam rahim seorang ibu, kurang lebih bulan ketiga dari proses kehamilan. Kemudian akan terbentuk osteoblas atau sel-sel pembentuk tulang. Osteoblas ini akan mengisi rongga-rongga tulang rawan.
Sel-sel tulang dibentuk terutama dari arah dalam ke luar (pembentukan secara konsentris). Setiap satuan-satuan sel-sel tulang ini melingkari suatu pembuluh darah dan saraf membentuk suatu saluran yang disebut saluran Havers.
Pada setiap kelompok lapisan terdapat sel tulang yang berada pada tempat yang disebut lakuna. Pada saluran Harvers terdapat pembuluh darah yang berhubungan dengan pembuluh darah pada periosteum (selaput yang menyelimuti bagian luar tulang), yang bertugas memberikan zat makanan ke bagian-bagian tulang. Sekeliling sel-sel tulang ini terbentuk senyawa protein yang akan menjadi matriks tulang. Kelak ke dalam senyawa protein ini terdapat pula zat kapur dan fosfor, sehingga matriks tulang akan mengeras. Makin keras suatu tulang, makin berkurang pula zat perekatnya. Bahkan, pada tulang pipa yang keras sel-sel tulangnya telah mati sehingga hanya tampak lakuna saja.
Tulang yang menyusun rangka manusia berjumlah kurang lebih 206 buah. Di sisi lain terdapat sel osteoklas yang berfungsi mengukir tulang dan mengubah bentuk sesuai dengan tingkat pertumbuhannya. Dapat diibaratkan bahwa sel osteoblas dan osteoklas bertugas untuk membongkar pasang tulang karena setiap saat sel-sel tulang ada yang mengalami kerusakan.
Pada kasus patah tulang, bagian tersebut harus secepatnya dikembalikan pada susunan semula. Apabila kasusnya parah, kadang-kadang ditambahkan pen untuk menyam-bung. Sel-sel tulang yang rusak akan dimakan oleh osteoklas dan terjadilah proses perbaikan tulang. Lama waktu pemulihan tulang tergantung pada umur seseorang. Proses pemulihan tulang pada anak-anak berlangsung lebih cepat dibandingkan orang tua.

Diatas telah diuraikan materi tentang perkembangan tulang manusia, semoga dapat dipahami dan selamat belajar.

Hubungan antar tulang

Hubungan antartulang dalam sistem gerak manusia saling berkaitan satu sama lain. Coba gerakkan siku tangan dan lutut kaki Anda dengan gerakan menekuk! Apakah anggota gerak Anda itu dapat digerakkan menekuk? Mengapa bisa terjadi demikian? Hubungan Antartulang Kelas 11 SMAJika Anda perhatikan, pada anggota badan yang tertekuk tersebut, dapat diketahui bahwa di sana terdapat 2 tulang yang saling dihubung-kan. Itulah yang dimaksud persendian atau artikulasi. Sendi yang menyusun kerangka manusia terdapat di beberapa tempat. Ini dapat dijelaskan pada gambar berikut.

Hubungan Antartulang

Dari gambar tersebut dapat diketahui berbagai macam sendi. Secara garis besar, sendi-sendi tersebut dapat dibedakan menjadi 3 macam.

1. Amfiartrosis

Amfiartosis adalah persendian di mana gerakan yang terjadi amat terbatas. Misalnya hubungan antartulang rusuk dengan ruas-ruas tulang belakang. Tulang-tulang tersebut dapat menimbulkan gerakan pada saat kita bernapas.

2. Sinartrosis

Persendian sinartrosis tidak memungkinkan adanya gerakan. Persendian ini dibedakan menjadi dua.

a. Sinartrosis Sinkondrosis

Pada persendian ini penghubungnya adalah tulang rawan. Misalnya:
a) hubungan antara tulang rusuk dan ruas tulang dada;
b) hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.

b. Sinartrosis Sinfibrosis

Pada persendian ini penghubungnya adalah serabut jaringan ikat. Misalnya, hubungan antar tulang tengkorak (sutura). Hubungan itu dapat Anda lihat pada gambar berikut.
Persendian sinartrosis sinfibrosis

3. Diartrosis

Pada jenis persendian diartosis, gerakan yang terjadi banyak dan leluasa. Macam-macam persendian diartosis yaitu sebagai berikut.

a. Sendi Peluru

Sendi peluru adalah hubungan antartulang di mana kedua ujung tulang berbentuk bongkol dan lekuk, serta memungkinkan pergerakan yang lebih bebas berporos tiga. Hubungan ini terjadi pada persendian antara tulang belikat dengan tulang lengan atas, antara tulang paha dengan tulang pinggul. Agar lebih jelas, perhatikan gambar berikut.Sendi peluru

b. Sendi Pelana

Hubungan antartulang yang memungkinkan gerakan kedua arah, dengan bidang-bidang sendinya berbentuk pelana. Hubungan ini dapat terjadi pada persendian antara tulang pergelangan tangan dengan tulang telapak tangan, persendian pada ibu jari, metakarpal dan karpal. Agar lebih jelas, dapat Anda perhatikan gambar berikut.Sendi Pelana

c. Sendi Engsel

Hubungan antartulang di mana ujung-ujungnya seperti engsel dan berbentuk lekukan. Gerakan sendi ini mempunyai 1 poros. Hubungan ini dapat terjadi pada siku, lutut, dan jari-jari. Perhatikan gambar berikut. Sendi engsel

d. Sendi Putar

Hubungan antartulang, di mana tulang yang satu berputar terhadap tulang lain. Gerakan rotasi dari sendi putar memiliki 1 poros. Hubungan sendi ini dapat terjadi antara tulang hasta dan tulang pengumpil, antara tulang kepala dan tulang atlas, antara tulang betis dan kering. Untuk lebih jelasnya dapat Anda lihat pada gambar berikut.Sendi putar

e. Sendi Luncur

Hubungan antartulang yang memungkinkan gerakan tulang badan membungkuk dan menggeliat. Sendi ini tidak berporos. Hubungan ini dapat terjadi pada hubungan antarruas tulang belakang, persendian antara pergelangan tangan dan tulang pengumpil seperti terlihat pada gambar berikut.Sendi luncur

Semoga materi hubungan antartulang diatas mudah dipahami, selamat belajar.

Kelainan tulang

Kelainan tulang dapat terjadi pada manusia karena beberapa hal. Tak ubahnya dengan sistem organ yang lain, sistem gerak juga dapat mengalami gangguan atau kelainan. Faktor-faktor penyebab gangguan atau kelainan, antara lain disebabkan oleh kebiasaan, pola hidup, atau bisa pula berasal dari pembawaan. Pernahkah Anda mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan anggota gerak?
Beberapa gangguan kesehatan dan kelainan yang terjadi pada anggota gerak tubuh adalah sebagai berikut.

1. Kelainan Tulang

Beberapa kelainan yang terjadi pada tulang adalah sebagai berikut.

a. Fraktura

Pada kelainan tulang ini, tulang mengalami retak/patah tulang akibat mengalami benturan keras, misalnya karena kecelakaan. Pemulihan untuk kelainan ini, yaitu dengan mengembalikan pada susunan semula secepat mungkin. Pada kasus patah tulang, untuk menyambungkannya ditambahkan pen atau platina. Setelah tulang mengalami pertumbuhan dan menyatu, pen/platina akan diambil kembali.
Tulang lengan yang patah memerlukan waktu penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan tulang paha. Waktu untuk penyembuhan tulang lengan ± 1 bulan, sedangkan pada tulang paha berlangsung ± 6 bulan. Coba Anda analisis dan tanyakan pada guru biologi Anda, mengapa bisa demikian?

b. Kelainan Bawaan Sejak Lahir

Contoh kelainan ini adalah bentuk kaki X atau O. Kelainan ini disebabkan oleh faktor keturunan dan gangguan–gangguan saat seorang ibu mengandung, misalnya ibu tersebut kekurangan vitamin D dan kalsium. Oleh sebab itu, ibu yang sedang hamil dianjurkan untuk banyak makan sayur dan susu kalsium.

c. Arthritis

Penyakit ini disebabkan terjadinya peradangan yang terjadi pada persendian. Beberapa hal yang menyebabkan penyakit ini adalah sebagai berikut.
  1. Metabolisme asam urat yang terganggu, sehingga asam urat tertimbun pada sendi. Keadaan ini akan menimbulkan sakit, terutama pada jarijari tangan maupun kaki.
  2. Penumpukan bahan kapur di antara dua tulang sehingga mengakibatkan sendi sulit digerakkan dan kaku. Biasanya sendi akan membengkak dan terasa sakit.

d. Gangguan yang Terjadi pada Tulang Belakang

Gangguan ini disebabkan karena kebiasaan tubuh yang salah, kelainan ini antara lain seperti berikut.
  1. Lordosis, yaitu keadaan tulang belakang yang melengkung ke depan.
  2. Kifosis, adalah keadaan tulang belakang melengkung ke belakang, sehingga badan terlihat bongkok.
  3. Skoliosis, yaitu keadaan tulang belakang melengkung ke samping kiri atau kanan. Agar lebih jelas, perhatikan gambar berikut.
Kelainan Tulang Kelas 11 SMA
Untuk menghindari gangguan tersebut, sebaiknya kita berolahraga secara teratur, menghindari kebiasaan sikap tubuh yang salah, misalnya cara duduk yang benar yaitu keadaan tulang belakang harus lurus. Jika kita tidur, sebaiknya berkasur padat, begitu pula saat duduk di kursi sebaiknya memilih alas duduk yang padat. Memang nyaman duduk di sofa yang empuk, namun keadaan demikian akan memaksa otot-otot punggung bawah untuk bekerja mempertahankan susunan normal tulang-tulangnya.

e. Osteoporosis

Orang yang menderita kelainan ini, keadaan tulangnya akan rapuh dan keropos. Ini disebabkan karena berkurangnya kadar kalsium dalam tulang. Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, maka kadar kalsium akan berkurang sedikit demi sedikit. Wanita lebih rentan terkena gangguan tulang ini. Coba analisislah, mengapa terjadi demikian? Ketika seorang wanita mengalami menopause, ia akan kehilangan kalsium dengan cepat. Hal ini akan  mengakibatkan tulang keropos. Untuk menghindari hal ini, maka dianjurkan untuk mengkonsumsi  makanan yang banyak mengandung kalsium. Susu kalsium dosis tinggi sangat dianjurkan untuk ibu-ibu yang berumur di atas 50 tahun. Selain minum susu, sebaiknya diimbangi pula dengan olahraga yang teratur.

f. Rakhitis

Penyakit ini menyebabkan kondisi tulang seseorang yang lunak. Hal ini disebabkan dalam tubuh seseorang kekurangan vitamin D. Vitamin ini berfungsi untuk mengabsorpsi fosfor dan berperan dalam metabolisme kalsium. Penderita ini disarankan banyak mengkonsumsi telur, susu, dan minyak hati ikan. Selain itu, pada pagi hari, penderita disarankan berjemur di bawah sinar matahari karena sinar matahari pagi dapat membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh.

g. Mikrosefalus

Penderita kelainan ini akan mengalami keadaan di mana pertumbuhan tulang-tulang tengkorak terlambat, sehingga bentuk kepala kecil. Kelainan ini merupakan bawaan dari lahir. Ini disebabkan karena ketika sedang hamil, seorang ibu kurang mendapat vitamin A dan zat kapur/kalsium. Oleh sebab itu, ibu hamil dianjurkan banyak mengkonsumsi vitamin A yang banyak terdapat pada sayuran yang berwarna merah dan kuning, kuning telur, mentega, minyak ikan, hati, dan susu. Sedangkan zat kapur (kalsium) dapat diperoleh dari sayuran kubis, brokoli, biji-bijian, susu, kerang, ikan dan keju.

2. Cara Menjaga Kesehatan Tulang

Setelah mengetahui beberapa gangguan atau kelainan yang terjadi pada tulang, maka Anda harus dapat mengantisipasi agar tidak mengalami gangguan-gangguan tersebut.
Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan tulang kita adalah sebagai berikut.
  • Makan makanan yang cukup mengandung kalsium.
  • Olahraga yang teratur.
  • Berjemur pada sinar matahari pagi karena sinarnya sangat baik untuk membantu pembentukan vitamin D yang sangat penting sekali untuk membantu penyerapan kalsium dalam makanan.
Selain cara-cara itu, kita juga harus banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D. Tentunya Anda masih ingat bukan, makanan-makanan yang merupakan sumber vitamin D.

Uraian tentang kelainan tulang diatas cukup jelas, semoga mudah dipahami.

Definis,fungsi dan jenis otot


Hasil gambar untuk otot jantung


Hasil gambar untuk gambar otot lurik

Pengertian, fungsi dan jenis otot serta cara kerja otot adalah materi pelajaran biologi yang akan dibahas dengan lengkap pada artikel berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai otot dalam sistem gerak pada manusia yang akan di uraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian otot.
2. Fungsi otot.
3. Jenis-jenis otot lengkap dengan ciri-cirinya.
4. Cara kerja otot.
5. Kelainan pada alat gerak aktif.

Pengertian otot

Definisi otot adalah sekumpulan sel otot yang membentuk jaringan. Otot adalah alat gerak yang berfungsi menggerakkan tulang. Sel-sel otot mempunyai kemampuan berkontraksi (bentuk sel otot memendek) dan melakukan relaksasi (kembali ke ukuran semula). Oleh karena itu jaringan otot disebut sebagai alat gerak aktif.
Pengertian, Fungsi Dan Jenis Otot Serta Cara Kerja Otot

Fungsi otot

Fungsi lain dari otot-otot dalam tubuh manusia adalah dukungan. Otot rangka terus bekerja untuk mendukung tubuh dan membantu untuk mempertahankan postur, apakah seseorang duduk atau berdiri. Otot-otot ini juga mendukung, menstabilkan dan memperkuat sendi dengan memegang tulang dalam posisi yang tepat, terutama didaerah dimana bagian-bagian dari sendi tidak cocok bersama erat seperti bahu dan pinggul.
Baca juga Pengertian, Fungsi Dan Macam Tulang Rangka Manusia
Otot rangka juga sangat penting didalam menentukan kekuatan tubuh secara keseluruhan dan kemampuan untuk melakukan berbagai tugas fisik. Mempertahankan otot yang kuat sangat membantu untuk kesehatan umum dan kesejahteraan. Pada manusia terdapat #3 jenis jaringan otot yaitu otot polos, otot lurik dan otot jantung. Berikut Penjelasannya.

#3 jenis otot lengkap dengan ciri-cirinya

Pada sistem gerak manusia terdapat tiga jenis otot. Adapun #3 jenis otot dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1. Otot polos
Ciri-ciri otot polos adalah antara lain yakni sebagai berikut :
a. Berbentuk gelendong, memanjang dan ujung runcing.
b. Jumlah inti sel satu dan terletak di tengah.
c. Tidak mempunyai garis melintang.
d. Bekerja secara Involunter (arti involunter adalah diluar kehendak).
e. Kecepatan kontraksi paling lambat.
f. Mampu berkontraksi lama dan tidak cepat lelah.
g. Terdapat pada dinding penyusun organ-organ tubuh bagian dalam. Contohnya seperti saluran pernapasan, saluran pencernaan, saluran reproduksi, pembuluh darah dan getah bening.

Hasil gambar untuk gambar otot polos
2. Otot lurik (otot serat / otot rangka)
Ciri-ciri otot lurik adalah antara lain yakni sebagai berikut :
a. Berbentuk memanjang, silindris dan ujung tumpul (serabut).
b. Jumlah inti sel banyak dan terletak di tepi.
c. Terdapat garis melintang.
d. Bekerja secara Volunter (arti volunter adalah sesuai kehendak).
e. Kontraksi paling cepat, akan tetapi mudah lelah.
f. Menempel pada rangka atau tulang.

Hasil gambar untuk gambar otot lurik
3. Otot jantung
Ciri-ciri otot jantung adalah antara lain yakni sebagai berikut :
a. Berbentuk memanjang, silindris, serabut sel bercabang dan menyatu.
b. Jumlah inti sel banyak terletak di tengah.
c. Terdapat garis melintang.
d. Memiliki discus interkalaris (arti discus interkalaris adalah pertemuan dua sel yang tampak geap jika dilihat dengan mikroskop
.Hasil gambar untuk otot jantung 
 
Baca ini Pengertian, Fungsi Dan Bagian Mikroskop Dan Cara Menggunakan Mikroskop
e. Bekerja secara Involunter (arti involunter adalah diluar kehendak).
f. Kontraksi bersifat kuat dan berirama.
g. Antara serabut otot jantung terdapat cabang yang disebut dengan sinsitium.
h. Terdapat pada dinding jantung.

Cara kerja otot

Berdasarkan cara kerjanya, otot dibedakan menjadi dua macam. Adapun #2 cara kerja pada otot dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Otot sinergis
Otot sinergis adalah adalah otot-otot yang saling bekerja sama, artinya adalah otot-otot tersebut berkontraksi dan berelaksasi bersama-sama. Otot sinergis terdapat pada beberapa organ sebagai berikut :
a. Otot-otot antar tulang yang bekerja sama ketika menarik napas.
b. Otot pronator yang menyebabkan gerak pronasi (menelungkupkan telapak tangan), saat tulang pengumpil dan tulang hasta dalam keadaan sejajar.
c. Otot supinator yang menyebabkan gerak supinasi (menengandahkan telapak tangan), saat tulang hasta dan pengumpil dalam keadaan menyilang.
2. Otot antagonis
Otot antagonis adalah dua otot yang bekerja berlawanan. Artinya adalah apabila yang satu berkontraksi, maka otot yang lain melakukan relaksasi. Otot antagonis terdapat pada otot bisep dan otot trisep. Otot bisep adalah otot yang memiliki dua ujung tendon (hubungan antara tulang dan otot) dan terletak di lengan atas bagian depan. Otot trisep adalah otot yang mempunyai tiga ujung tendon dan terletak di lengan atas bagian belakang.

Kelainan pada alat gerak aktif

1. Atrofi
Atrofi adalah mengecilnya ukuran otot karena otot tidak di gunakan dalam jangka waktu yang lama.
2. Hipertrofi
Hipertrofi adalah ukuran otot yang bertambah (otot pada atlet binaraga) karena aktivitas otot yang kuat.
3. Tetanus
Tetanus adalah penyakit infeksi oleh bakteri clostridium tetani yang membuat otot kejang, diawali otot rahang, lalu disusul oleh otot dada dan anggota tubuh yang lain.
4. Kaku leher (stiff)
Kaku leher (stiff) adalah otot leher meradang yang terjadi karena gerak hentakan.
5. Keram
Keram adalah otot kejang yang terjadi karena aktivitas otot yang terus-menerus.
Demikian pembahasan mengenai pengertian, fungsi dan jenis otot serta cara kerja otot.

Otot

Otot merupakan alat gerak aktif. Mengapa disebut demikian? Hal ini dapat dijelaskan dengan melihat aktivitas otot yang sering berkontraksi dan berelaksasi sehingga mengakibatkan pergerakan tubuh.

Karakteristik Otot

Sebagai alat gerak aktif, otot mempunyai tiga karakteristik, yaitu sebagai berikut.
  1. Kontraktibilitas, dengan kemampuan ini otot bisa memendek dari ukuran semula.
  2. Ekstensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk berelaksasi atau memanjang.
  3. Elastisitas, dengan sifat elastisitas ini otot memiliki kemampuan untuk kembali lagi pada posisi semula setelah berkontraksi atau berelaksasi.
Tahukah Anda di mana letak otot kita? Daging itulah sebenarnya yang disebut otot. Jika Anda makan daging sapi, maka akan Anda temukan bagian-bagian yang berserat-serat memanjang, seperti untaian benang, tersusun rapat, dan saling berhubungan. Demikianlah susunan otot tubuh manusia.Struktur otot
Untuk dapat memahami struktur otot, Anda dapat mengamati irisan melintang dan memanjang atau membujur daging sapi. Jika kurang jelas, pakailah alat pembesar (lup). Cobalah amati dan gambarlah bagian-bagiannya!
Dari hasil pengamatan Anda melalui irisan satu serabut otot yang dibesarkan terlihat bahwa serabut otot dipadati dengan miofibril. Miofibril dikelilingi sitoplasma yang mengandung banyak inti, mitokondria, dan retikulum endoplasma. Membran sel otot disebut sarkolema, sedangkan sitoplasma sel otot disebut sarkoplasma.
Nukleus dan mitokondria terdapat tepat di bawah membran sel. Retikulum endoplasma meluas di antara miofibrilmiofibril. Dari pengamatan yang telah Anda lakukan di depan, pada miofibril terdapat bagianbagian yang terang, jernih, daerah tersebut disebut Isotrop (I), kemudian ada juga daerah gelap yang disebut Anisotrop (A). Ada daerah terang yang membagi daerah A yang disebut zone H, sedangkan pada daerah I juga terdapat sebuah garis gelap yang membagi daerah I yang disebut zone Z. Terdapat pula bagian yang terdapat di antara dua garis Z yang disebut sarkomer.  Hal ini dapat dilihat pada gambar berikut.
Anatomi sarkomerApabila kita ambil sedikit serabut otot dan merendamnya dalam larutan gliserol atau garam cair, maka sejumlah protein keluar dari serabut tadi, di antaranya terdapat protein mioglobin pengikat oksigen dan banyak enzim. Protein lain yang menyusun otot adalah miosin dan aktin. Protein gabungan aktin dan miosin disebut aktomiosin. Protein-protein tersebut sangat berperan dalam mekanisme kontraksi. Aktin membentuk filamen-filamen yang lebih tebal dalam kedudukan sejajar memanjang dalam satu lingkaran, sedangkan miosin membentuk filamen yang lebih tipis dan berkedudukan di dalam ruang melingkar yang dibentuk oleh filamen aktin.
Pada dasarnya otot di dalam tubuh manusia memegang peranan penting dalam mengaktifkan gerakan organ tubuh, baik organ dalam seperti alat pencernaan, jantung, paru-paru, sampai pada anggota tubuh seperti tangan, kaki semuanya dapat melakukan aktivitas gerak karena otot. Dua otot yang menggerakkan tulang ke arah yang berlawanan disebut otot antagonis. Gerakan antagonis ini dapat dibedakan berdasarkan arah gerakannya.
Jenis dan Arah Gerakan TubuhJenis dan Arah Gerakan Tubuh
Untuk memahami pengertian dan cara kerja otot antagonis tersebut, Anda dapat melakukan kegiatan percobaan dengan menggerakkan anggota tubuh yaitu tangan/lengan untuk melakukan gerakan-gerakan seperti di atas.

Otot Bisep dan Trisep

Tendon 
Otot lengan terdiri atas otot bisep dan trisep. Otot bisep berada di bagian depan lengan dan otot trisep berada di bagian belakangnya. Otot trisep bercabang tiga.
Apabila kita menggerakkan tangan dengan gerakan meluruskan lengan, maka otot yang bekerja antara lain otot bisep akan berelaksasi, sedangkan otot  trisep akan berkontraksi. Apabila kita menggerakkan lengan menekuk maka otot bisep akan berkontraksi, sedangkan otot trisep akan berelaksasi. Agar lebih jelas, coba Anda perhatikan gambar diatas.
Selain gerakan berlawanan, otot juga dapat bekerja saling mendukung dan searah membentuk kerja sama searah yang disebut sinergis, misalnya pada otot-otot punggung dan leher.
Bermacam-macam gerakan yang terjadi pada tubuh kita disebabkan karena otot yang melekat pada berbagai organ tubuh. Menurut perlekatannya, otot dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut.
  1. Origo, merupakan ujung otot yang melekat pada tulang yang sedikit bergerak selama berkontraksi.
  2. Insersi, merupakan bagian ujung otot yang lain melekat pada tulang dan mengalami perubahan kedudukan selama otot berkontraksi.
Coba Anda lakukan beberapa gerakan, sambil mengamati dengan meraba permukaan otot untuk mengetahui kondisi otot bisep dan trisep saat digerakkan.